Senin, 22 Oktober 2012

Film anak yang mendidik


 1.king
king merupakan kisah perjuangan dan perjalanan panjang seorang anak bernama guntur, dalam meraih cita-citanya menjadi seorang juara bulu tangkis sejati, seperti idola guntur dan ayahnya, liem swie king. ayah guntur adalah seorang komentator pertandingan bulu tangkis antar kampung yang juga bekerja sebagai pengumpul bulu angsa, bahan untuk pembuatan shuttlecock. dia sangat mencintai bulu tangkis dan dia menularkan semangat dan kecintaannya itu pada guntur, walaupun dia sendiri tidak bisa menjadi seorang juara bulu tangkis. mendengar cerita ayahnya tentang ”king” sang idola, guntur bertekad untuk dapat menjadi juara dunia. dengan segala keterbatasan dan kendala yang ada dihadapannya. guntur tak henti-hentinya berjuang untuk mendapatkan beasiswa bulu tangkis dan meraih cita-citanya menjadi juara dunia bulu tangkis kebanggaan indonesia dan kebanggaan keluarga.

2.laskar pelangi
laskar pelangi” menceritakan kisah masa kecil anak-anak kampung belitung yang sangat miskin. anak orang-orang ‘kecil’ ini mencoba memperbaiki masa depan dengan menempuh pendidikan dasar dan menengah di sebuah lembaga pendidikan yang puritan yaitu sd muhammadiyah. sd yang beralas tanah, beratap bolong-bolong, berbangku seadanya itu dibangun atas jiwa ikhlas dan kepeloporan seorang kepala sekolah yang sudah tua, bapak harfan efendy noor dan ibu guru muda, ibu muslimah hafsari yang juga sangat miskin. dari waktu ke waktu mereka berdua bahu membahu membesarkan hati kesebelas anak-anak marjinal tadi agar percaya diri, berani berkompetisi, menghargai dan menempatkan pendidikan sebagai hal yang sangat penting dalam hidup ini. mereka mengajari kesebelas muridnya agar tegar, tekun, tak mudah menyerah, dan gagah berani menghadapi kesulitan sebesar apapun. kedua guru miskin itu memberi julukan kesebelas murid itu sebagai para laskar pelangi.

 3. petualangan sherina
siapa yang tak kenal petualangan sherina. bagaimana tidak film yang disutradarai riri riza ini disebut-sebut sebagai bibit kebangkitan perfilman nasional yang sempat lama tertidur.  petualangan sherina yang ditulis oleh jujur prananto ini berhasil menarik perhatian public dari berbagai kalangan dan ditonton lebih dari 1 juta orang.
petualangan sherina bercerita tentang gadis kecil bernama sherina yang diperankan oleh sherina munaf yang biasanya ceria dan lincah tiba-tiba berubah menjadi pendiam dan murung lantaran ia harus pindah ke luar kota jakarta yaitu bandung. di sekolah baru, ia mendapat "musuh" bernama sadam (derby romero), yang ternyata anak dari "majikan" ayahnya, ardiwilaga (didi petet). dalam kesempatan ini permusuhan kedua anak tadi berubah menjadi persahabatan, karena keduanya diculik oleh pak raden (butet kertaradjasa), yang ingin menguasai tanah pertanian ardiwilaga, untuk proyek propertinya. saat diculik inilah berbagai peristiwa yang sherina dan sadam hadapi bersama membuat mereka akhirnya berdamai satu sama lain.
mereka belajar tentang arti persahabatan dan kerjasana dalam menghadapi petualangan yang seru dan menengangkan sebagai usaha untuk menyelamatkan diri dan juga tanah pertanian milik ayah sadam.


4. denias
di balik kehidupan alam dan kekayaan sumber daya alam serta keunikan kehidupan suku-suku asli, tanah papua ternyata menyimpan satu kisah yang mengisyaratkan keteguhan hati seorang anak manusia untuk berjuang dan berpetualang menghadapi setiap tantangan dan kesempatan menuju hidup yang baru.
film bertajuk denias, senandung di atas awan, ini bercerita tentang sosok kehidupan denias (albert 'afi junior' ) yang terlahir sebagai anak seorang petani dari sebuah suku yang hidup di pedalaman di kampong arwanop.
dunia denias sendiri pada awalnya digambarkan tak beda jauh dengan anak-anak desa seumurannya. hanya kepekaan dan kekuatan hati yang membuat denias berbeda. denias tak bisa melupakan pembicaraan dan nasehat orang tua seputar betapa pentingnya sekolah. betapa luas dunia yang bisa dimasukinya dengan bersekolah yang bisa membuatnya menjadi pintar.
demi bisa mengenyam pendidikan, denias rela berjalan kaki seorang diri selama sepuluh hari melewati gunung, ngarai, hutan dan sungai. sayang, setibanya di sekolah yang dituju, denias tak bisa langsung masuk ke sekolah tersebut.
namun niat dan kesungguhan denias mengetuk hati seorang guru (mathias muchus), dan dengan kebaikan dan perhatian pak guru, denias bisa masuk ke sekolah dan menikmati nikmatnya duduk di bangku sekolah. yang pasti denias sukses memberikan tontonan menghibur dan sarat nilai budaya indonesia, dan benar-benar dipersembahkan untuk anak indonesia.

5. tanah air beta
tahun 1998. timor-timur berpisah dari indonesia, membuat perpisahan harus terjadi. banyak keluarga yang mendapatkan konflik internal antara tetap berada di indonesia, yakni di kupang, atau memutuskan berpindah ke timor timur. sebuah keluarga yang ayahnya sudah wafat adalah salah satu keluarga yang menerima konflik tersebut. merry (griffit patricia) memutuskan untuk memilih tetap berada di indonesia dan bersekolah di sekolah kecil yang berguru ibunya, tatiana (alexandra gottardo). mereka berdua berpisah dengan kakak merry, mauro yang memilih tinggal di timor timur bersama pamannya. dirumah mereka, mereka berteman dengan pemilik toko kelontong; koh ipin (robby tumewu) dan cik irene (tessa kaunang). disekolah, merry adalah korban kejahilan teman sebayanya, carlo (yahuda rumbindi) yang sebenarnya hanya menginginkan seorang adik. ia dirawat oleh seorang keturunan arab bernama abu bakar (asrul dahlan) yang juga bersahabat dengan tatiana setelah ibu carlo meninggal. tatiana rajin pergi ke pengungsian untuk bertemu seorang relawan bernama lukman (lukman sardi) untuk mencari tahu info mengenai mauro. di antara potret sosial tentang kehidupan di pengungsian itu, merry menduga ibunya sakit keras karena terbatuk-batuk. dokter puskesmas kenalan tatiana dan merry, dr. joseph (ari sihasale) diminta merry untuk memeriksa tatiana. tatianapun diperiksa oleh dr. joseph, dan dibantu oleh abu bakar. tatiana diceritakan oleh abu bakar mengenai berita yang disampaikan lukman tentang mauro beberapa hari yang lalu yang membuat merry gembira karena menduga mauro akan ke tempatnya. ternyata mauro yang berada disana tidak menyukai ibunya yang tidak pernah menengoknya, padahal itu semua adalah salah kaprah karena waktu tiba mauro dan tatiana selalu tidak sama. maka, mauro hanya meminta merrylah yang bertemu dengannya. hal yang diceritakan di puskesmas itu didengar oleh merry yang ingin menjenguk ibunya, merrypun bertekad pergi ke perbatasan sendirian dengan uang tabungannya. cik irene berbaik hati memberikan bekal untuk merry. merrypun pergi sendiri dengan menggunakan bus hingga sampai ke terminal terdekat dengan perbatasan (yang juga masih sangat jauh dari perbatasan). bertanya kepada seorang sopir, ia mengetahui jalan ke perbatasan dan nekat berjalan kaki. abu bakar dan tatiana yang baru saja pulang, mengetahui merry sudah tidak ada. tatianapun menduga merry mendengar pembicaraannya dengan abu bakar. abu bakarpun segera menyuruh carlo untuk mencari merry. carlo sampai ke terminal terakhir dan mendapat info dari sopir yang ditanyai merry. carlo juga berjalan kaki, tapi ia beruntung menemukan mobil pengangkut. iapun ikut dan berhasil menemukan merry dijalan. segera setelah ditinggal oleh mobil pengangkut, merry pingsan. merrypun dibawa ke puskesmas terdekat dan cukup sehat untuk melanjutkan perjalanan. perjalanan yang mereka lalui tidak mudah karena sedikitnya kendaraan yang lewat. usaha yang ulet membuat mereka sampai di perbatasan. mereka bertemu lukman, merry menunjukkan foto keluarganya dan hubungan darahnya denga mauro dan tatiana. lukman mengatakan bahwa mauro sudah sampai di perbatasan. merry dan carlo pergi ke perbatasan dimana keluarga yang berpisah saling bertemu. disana, lewat lagu kasih ibu, merry bertemu dengan mauro. saat mereka tengah berangkulan, merry meluruskan kesalahpahaman mauro. tepat saat itu, tatiana dan abu bakar datang. tatiana segera pergi ke mauro dan merry, dan berpelukan.

6. rumah tanpa jendela
rara (dwi tasya) gadis kecil berusia 8 tahun, sangat ingin punya jendela di rumahnya yang kecil berdinding tripleks bekas di sebuah perkampungan kumuh tempat para pemulung tinggal di menteng pulo, jakarta. si mbok (inggrid widjanarko), neneknya rara - yang sakit-sakitan dan ayahnya, raga (raffi ahmad) yang berjualan ikan hias dan tukang sol sepatu, tidak cukup punya uang untuk membuat atau membeli bahkan hanya selembar daun jendela dan kusennya saja. rara juga punya bude, yaitu bude asih.(yuni shara) bersama teman-temannya sesama anak pemulung, sebelum ngamen atau ngojek payung jika hari sedang hujan, rara sekolah di tempat sederhana khusus untuk anak jalanan. bu alya (varissa camelia) satu-satunya pengajar sukarelawan disitu yang membimbing dan membina anak-anak pemulung tersebut.
di tempat lain, di perumahan mewah kota jakarta – adalah aldo (emir mahira) anak lelaki berusia 11 tahun yang sedikit terbelakang, merindukan seorang teman di tengah keluarganya yang sibuk dengan urusannya masing-masing. ia anak bungsu dari pengusaha sukses, pak syahri (aswin fabanyo) dan nyonya ratna (alicia djohar). kehadiran nek aisyah (aty cancer zein) – ibu pak syahri menjadi penghiburan untuk aldo. nek aisyah sangat menyayanginya.
suatu hari, aldo berkenalan dengan rara yang saat itu tengah mengojek payung dan terserempet mobil aldo. sejak itu mereka menjadi akrab. perkampungan kumuh tempat rara tinggal terjadi kebakaran, sementara di rumah aldo semua panik karena karena aldo minggat dari rumah, kecewa dengan sikap kakaknya yang terang-terangan mengatakan merasa malu memiliki adik seperti dirinya.
apa yang terjadi dengan hidup rara selanjutnya ? bagaimana persahabatannya dengan aldo? apakah rara dapat mewujudkan mimpi memiliki jendela di rumahnya? bagaimana juga dengan nasib simbok dan bude asih?
berbagai peristiwa yang mengejutkan dan menyentuh bergulir bersama kisah persahabatan rara dan aldo.
produksi : smaradhana pro & sanggar ananda executive producer : intan ophelia, aditya gumay & michael short producer : adenin adlan & seto mulyadi dikembangkan dari : cerpen "jendela rara" karya asma nadia skenario : adenin adlan & aditya gumay sutradara : aditya gumay

7. surat kecil untuk tuhan
film ini menceritakan tentang gita sesa wanda cantika atau yang dikenal dengan nama panggilan keke, seorang gadis remaja berusia 13 tahun yang cukup beruntung, karena lahir dari keluarga yang sangat berada, memiliki dua orang kakak laki-laki yang bernama chika dan kiki, orang tua yang sangat menyayanginya walau sudah bercerai, dan juga pak yus, ajudan sang ayah. selain itu keke juga di kelilingi 6 sahabat karib yang selalu setia menemaninya dan hidupnya pun semakin lengkap dengan kehadiran seorang kekasih yang juga begitu menyayanginya yaitu andy. semuanya tampak begitu sempurna. pada tahun 2003 kanker menghinggapinya, keke adalah pengidap rhabdomyosarcoma (kanker jaringan lunak) pertama di indonesia. gadis cantik itu pun berubah menjadi "monster" hingga terpaksa harus menjalani serangkaian kemotrapi dan radiasi hampir setahun lamanya, akibatnya, semua,rambut keke sedikit demi sedikit mulai rontok, kulitnya mengering, dan sering mual-mual. ketekunan keke dan keluarganya membuahkan hasil. keke dinyatakan sembuh dan bisa kembali menjalani aktifitas seperti sedia kala. tak dinyana, setahun kemudian, pada 2004, kanker itu kembali, lebih parah dan mematikan. meskipun sudah ditolak di rumah sakit mana-mana, ayah keke tidak pernah sekalipun menyerah untuk menyembuhkan anaknya, terbukti bahwa ia sanggup ke pedalaman bahkan keluar negeri hanya untuk menyembuhkan keke. meskipun ratusan dokter memprediksi bahwa hidup keke tidak akan lebih dari 3 bulan, keke berhasil bertahan untuk lebih dari setahun. meskipun pada akhirnya, keke harus menerima kenyataan bahwa ia memang tidak dapat disembuhkan karena kanker itu sudah terlalu menyebar

8. tanah air beta
tahun 1998. timor-timur berpisah dari indonesia, membuat perpisahan harus terjadi. banyak keluarga yang mendapatkan konflik internal antara tetap berada di indonesia, yakni di kupang, atau memutuskan berpindah ke timor timur. sebuah keluarga yang ayahnya sudah wafat adalah salah satu keluarga yang menerima konflik tersebut. merry (griffit patricia) memutuskan untuk memilih tetap berada di indonesia dan bersekolah di sekolah kecil yang berguru ibunya, tatiana (alexandra gottardo).
mereka berdua berpisah dengan kakak merry, mauro yang memilih tinggal di timor timur bersama pamannya. dirumah mereka, mereka berteman dengan pemilik toko kelontong; koh ipin (robby tumewu) dan cik irene (tessa kaunang).

disekolah, merry adalah korban kejahilan teman sebayanya, carlo (yahuda rumbindi) yang sebenarnya hanya menginginkan seorang adik. ia dirawat oleh seorang keturunan arab bernama abu bakar (asrul dahlan) yang juga bersahabat dengan tatiana setelah ibu carlo meninggal. tatiana rajin pergi ke pengungsian untuk bertemu seorang relawan bernama lukman (lukman sardi) untuk mencari tahu info mengenai mauro.



9. hafalan shalat delisa
delisa (chantiq schagerl) gadis kecil kebanyakan yang periang, tinggal di lhok nga desa kecil di pantai aceh, mempunyai hidup yang indah. sebagai anak bungsu dari keluarga abi usman (reza rahadian), ayahnya bertugas di sebuah kapal tanker perusahaan minyak internasional. delisa sangat dekat dengan ibunya yang dia panggil ummi (nirina zubir), serta ketiga kakaknya yaitu fatimah (ghina salsabila), dan si kembar aisyah (reska tania apriadi) dan zahra (riska tania apriadi).

26 desember 2004, delisa bersama ummi sedang bersiap menuju ujian praktek shalat ketika tiba-tiba terjadi gempa. gempa yang cukup membuat ibu dan kakak-kakak delisa ketakutan. tiba-tiba tsunami menghantam, menggulung desa kecil mereka, menggulung sekolah mereka, dan menggulung tubuh kecil delisa serta ratusan ribu lainnya di aceh serta berbagai pelosok pantai di asia tenggara.

delisa berhasil diselamatkan prajurit smith, setelah berhari-hari pingsan di cadas bukit. sayangnya luka parah membuat kaki kanan delisa harus diamputasi. penderitaan delisa menarik iba banyak orang. prajurit smith sempat ingin mengadopsi delisa bila dia sebatang kara, tapi abi usman berhasil menemukan delisa. delisa bahagia berkumpul lagi dengan ayahnya, walaupun sedih mendengar kabar ketiga kakaknya telah pergi ke surga, dan ummi belum ketahuan ada di mana.

delisa bangkit, di tengah rasa sedih akibat kehilangan, di tengah rasa putus asa yang mendera abi usman dan juga orang-orang aceh lainnya, delisa telah menjadi malaikat kecil yang membagikan tawa di setiap kehadirannya. walaupun terasa berat, delisa telah mengajarkan bagaimana kesedihan bisa menjadi kekuatan untuk tetap bertahan. walau air mata rasanya tak ingin berhenti mengalir, tapi delisa mencoba memahami apa itu ikhlas, mengerjakan sesuatu tanpa mengharap balasan.

1 komentar:

  1. Makasih Infonya :D

    Jangan Lupa mengujungi balik blog saya
    yudayudiarto.blogspot.com

    BalasHapus